Sebagai seorang individu pasti memiliki sifat bawaan ( heredity ) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar dia berada. Menurut ahli psikologi, kepribadian seseorang terbentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan sekitarnya. Karakteristik peserta didik yang bersifat biologis biasanya cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan dia menetap.
Misalnya seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keluarga ayah dan garis keluarga ibu. Sejak terjadinyapembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru itu secara berkesinambungan, dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor lingkunganyang merasangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Masing-masing perangsang tersebut, baik secara terpisah atau terpadu dengan rangsangan yang lain, semuanya membantu perkembangan potensi-potensi biologis demi terbentuknya tingkah laku manusia yang dibawa sejak lahir. Hal itu akhirnya membentuk suatu pola karakteristik tingkah laku yang dapat mewujudkan seseorang sebagai individu yang berkarakteristik yang berbeda dengan individu-individu lain ( karena faktor lingkungan dan rangsangan).
Gambaran Umum Karakter Peserta Didik
Anak didik adalah subjek. Maksudnya yaitu pribadi yang memiliki ke diri sendirian, dan kebebasan dalam mewujudkan dirinya sendiri untuk mencapai kedewasaannya. Jadi, tidak dibenarkan jika anak didik sebagai“objek”, maksudnya sebagai sasaran yang dapat diperlakukan dan dibentuk dengan semena-mena oleh pendidiknya. Anak didik sedang berkembang. Setiap anak didik memiliki perkembangan, dalam setiap proses perkembangan tersebut terdapat tahapan-tahapannya. Oleh karena itu setiap anak didik yang berada dalam tahap perkembangan tertentu menuntut perlakuan tertentu pula dari orang dewasa terhadapnya.
Anak didik hidup dalam “dunia” tertentu
Setiap anak didik hidup dalam “dunia” nya sesuai tahap perkembangannya, jenis kelaminnya, dan lain-lain. Anak didik harus diperlakukan sesuai dengan keanakannya atau sesuai dengan dunianya. Sebagai contoh adalah kehidupan anak SD berbeda dengan anak, SMP atau SMA. Oleh karena itu perlakuan pendidik terhadap anak SD, SMP dan SMA berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan masanya.
Anak didik hidup dalam lingkungan tertentu
Anak didik adalah subjek yang berasal dari keluarga dengan latar belakang lingkungan alam dan sosial budaya tertentu. Oleh karena itu, anak didik akan memiliki karakteristik tertentu yang berbeda- beda sebagai akibat pengaruh lingkungan dimana ia dibesarkan atau di didik. Dalam praktek pendidikan, pendidik perlu memeperhatikan dan memperlakukan anak didik dalam konteks lingkungan dan sosial budayanya.
Anak didik memiliki ketergantungan kepada orang dewasa
Setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan tertentu. Dalam perjalanan hidupnya, anak masih memerlukan perlindungan, anak masih perlu belajar berbagai pengetahuan, perlu latihan dan keterampilan, anak belum tahu mana yang benar dan salah, yang baik dan tidak baik, serta bagaimana mengantisipasi kebutuhan dimasa depannya. Dibalik kebebasannya untuk mewujudkan dirinya sendiri dalam rangka mencapai kedewasaan, anak masih memerlukan bantuan orang dewasa.
Anak didik memiliki potensi dan dinamika
Bantuan orang dewasa berupa pendidikan agar anak didik menjadi dewasa akan mungkin dicapai oleh anak didik. Hal ini disebabkan anak didik memiliki potensi untuk menjadi manusia dewasa dan memiliki dinamika, yaitu aktif sedang berkembang dan mengembangkan diri, serta aktif dalam menghadapi lingkungannya dalam upaya mencapai kedewasaan.
Faktor Penentu Karakter Peserta Didik
Secara umum faktor penentu karakter seorang peserta didik dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu:
1. Faktor intern (dari dalam diri).
2. Faktor extern (dari luar dirinya).
Atau dalam dunia psikologi, karakter peserta didik terdiri dari faktor faktor keturunan (pembawaannya) dan faktor lingkungan (pengalaman). Ada tiga aliran yang mendefinisikan beberapa faktor penentu karakter peserta didik. Yaitu aliran Nativisme menyatakan perkembanagn pribadi telah ditentukan sejak lahir, sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap karakter seseorang adalah aliran Konvergensi.
Aspek Perbedaan Karakter Peserta Didik
Setiap peserta didik yang belajar suatu, pasti memiliki karakteristik (sifat) yang berbeda-beda, tidak terkecuali kembar siam pun pasti memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut ini contoh aspek-aspek perbedaan jenis karakter peserta didik tersebut :
1.Aspek emosional/kemauan.
Aspek tentang emosi peserta didik. Semisal biasanya anak tersebut mudah marah karena lingkungan keluarganya yang keluarga preman.
2.Aspek sosial psikologis.
Aspek tentang psikologis peserta didik. Semisal biasanya anak tersebut nilainya bagus saat sekolah, lama kelamaan nilainya menurun diakibatkan perpecahan orang tua dirumahnya.
3. Aspek sosial budaya.
Aspek tentang hubungan peserta didik dengan lingkungan sekitar. Semisal saat ia setingkat SLTA biasanya anak tersebut setelah pulang langsung bermain hingga sore bersama teman-temannya, namun setelah lulus SLTA ia sudah tidak pernah lagi untuk komunikasi dengan temannya karena kesibukannya bekerja pada suatu perusahaan.
4. Kemampuan intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor lingkungan. Aspek tentang kecerdasan peserta didik yang dapat diperoleh mudah dilingkungannya. Semisal awalnya anak didik tersebut tinggal didesa dan tidak mengerti istilah-istilah pembelajaran di kota. Kemudian ia pindah sekolah di kota dan sekarang sudah mengerti istilah pembelajaran di kota.
Karakteristik tersebut diatas bersifat khusus, dengan kata lain tidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang peserta didk juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain (orang lain) tentang kemampuannya. Semisal karakter peserta didik yang memiliki intelektual tinggi mendapat piala juara I sekolahnya, kemudian ingin memiliki piagam penghargaan sebagai tanda jika ia memiliki kapasitas sebagai juara. Sehingga, dengan adanya penghargaan mengenai karakter yang dia miliki tersebut, ia akan selalu berkeinginan untuk mempertahankannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar